Dengandemikian, dari rujukan- rujukan mengenai ketidaksuburan atau kemandulan dalam al-Qur’an jelaslah bahwa ada orang-orang yang tidak bisa mengandung meskipun demikian keadaan ini bisa berubah jika Allah menghendaki.11 Manusia adalah tujuan utama penciptaan, dan untuk kebaikan merekalah sejumlah nabi datang pada zaman yang berbeda untuk HADITSKE-5: “Dari Abu Hurairoh r.a., Rosululloh saw. bersabda: “Sakho (sifat dermawan) seperti pohon kayu di dalam Jannah. Sakhi (orang yang dermawan) akan memegang satu dari pohon itu dan dengannya akan memasuki Jannah. Dan Syuhh (sifat bakhil) merupakan pohon kayu di neraka. Haditsini juga sering diucapkan para dai, namun hadits ini pun sama sekali tidak valid dan otentik dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hadits itu berbunyi: اختلاف أمتي رحمة “Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat.” (As Suyuthi mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh Nashr Al Maqdisi dalam kitab Al Hajjah secara marfu’ dan Al Baihaqi dalam Yangmeriwayatkan hadits ini dari Qatadah adalah Ma’mar sebagaimana dalam Al-Mushannaf Abdurrazzaq, no. 20711, Abu ‘Awanah sebagaimana dalam Sunan Abi Daud, no. 4244 dan Musnad Al-Bazzar, no. 2959 dan 2960, Hisyam Ad-Dastawa`iy sebagaimana dalam Musnad Ath-Thayalisi, no. 444 tapi tanpa menyebut Nashr bin ‘Ashim dan langsung dari Subai Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. MANUSIA adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah swt. Manusia juga dituntut untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Seperti yang telah Allah katakan dalam Al-Quran “Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” adz-Dzaariyaat ayat 56. Selain untuk menyembah Allah SWT, manusia juga dijadikan Khalifah dimuka bumi Allah, sebagai mana Allah telah berfirman dalam AL-Quran "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, ”Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana. Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, ”Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” al-Baqarah [2] 30 Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah. Namun, dibalik itu setiap insan manusia pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Karena Allah SWTtidak membebani umatnya diluar batas kesanggupannya. “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” An-Nisa ayat 28. Berikut kelemahan yang dimiliki manusia dalam dirinya Pertama, manusia yang sifatnya membantah Allah berfirman "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Alquran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." al-Kahfi ayat 54. “Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib memberitahukan bahwa Rasulullah pernah mengetuk pintu rumahnya pada malam hari yang ketika itu ia bersama Fathimah binti Rasulullah seraya berkata “Tidakkah kalian berdua mengerjakan shalat?” Lalu aku menjawab “Ya Rasulullah, sesungguhnya jiwa kami berada di tangan Allah, jika Dia berkehendak untuk membangunkan kami, maka kami bangun.” Maka beliau pun kembali pada saat kukatakan hal itu kepadanya, sedang beliau sama sekali tidak melontarkan sepatah kata pun kepadaku. Kemudian ketika beliau membalikkan pungungnya sambil menepuk pahanya, beliau membacakan wa kaanal insaanu aktsara syai-in jadalan “Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak menibantah.”. HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab ash-Shahihain. Kedua, Manusia selalu Zalim dan Bodoh Amanat berat yang telah disematkan pada manusia itu berupa perintah dan larangan dari Allah SWT. Akan tetapi, ada manusia yang bisa memikul beban ini secara lahir dan batin, merekalah orang-orang beriman. Dan ada yang menerimanya dengan melakukan kemunafikan dan kesyirikan. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Quran, sungguh manusia itu aman Zalim dan bodoh. “Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikkullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Al Ahzab ayat 72. Ketiga, Manusia bersifat melampaui batas “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia kembali melalui jalannya yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” Yunus Ayat 12."Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Alah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas," Al Maidah Ayat 87. Keempat, Manusia bersifat keluh kesah dan kikir "Sesungguhnya manusia itu diciptakan bertabiat keluh kesah lagi kikir. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan dia amat kikir." Al-Ma'arij Ayat 19 – 21.Kelima, Manusia Bersifat tergesa-gesa "Dan manusia itu berdoa untuk kejahatan sebagaimana dia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia itu cenderung tergesa-gesa." QS al-Isra Ayat 11. Mudah-mudahan Allah SWT menghilangkan sifat kelemahan yang ada dalam diri kita. Amin. [Tek] Baca Juga Beramal! Tanamlah Dalam-Dalam Biji Keikhlasan Tahukah Anda Bahaya Hasad? Do'a Nabi Yusuf Penangkal Rasa Rindu Ada 36 ayat ber-tag "kelemahan manusia" يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا 28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ 30. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَآتٍ ۖ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ 134. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya. وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ 143. Dan tatkala Musa datang untuk munajat dengan Kami pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman langsung kepadanya, berkatalah Musa "Ya Tuhanku, nampakkanlah diri Engkau kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya sebagai sediakala niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ 59. Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos dari kekuasaan Allah. Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan Allah. فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ 2. Maka berjalanlah kamu kaum musyrikin di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُ ۚ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 3. Dan inilah suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu kaum musyrikin bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih. لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ 25. Sesungguhnya Allah telah menolong kamu hai para mukminin di medan peperangan yang banyak, dan ingatlah peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. ۞ وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ ۖ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ ۖ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ 53. Dan mereka menanyakan kepadamu "Benarkah azab yang dijanjikan itu? Katakanlah "Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput daripadanya". أُولَٰئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ۘ يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ ۚ مَا كَانُوا يَسْتَطِيعُونَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوا يُبْصِرُونَ 20. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk mengazab mereka di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar kebenaran dan mereka selalu tidak dapat melihatnya. TAKHRIJ HADITS PEMBAHASAN SECARA TEORITIS BESERTA KONSEP, URGENSI, METODE, KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA SECARA MANUAL Arum Setyowati Mahasiswi Program Magister Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim MalangTAKHRIJ HADITS PEMBAHASAN SECARA TEORITIS BESERTA KONSEP, URGENSI, METODE, KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA SECARA MANUAL Arum Setyowati Mahasiswi Program Magister Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim MalangThis article intend to view and learn Ulumul-Hadits focused on disscussion of describing Takhrij Hadits in theory which includes about concept, urgency, methods, the advantages and disadvantages in this knowledge. This knowledge is urgent to learn and to understand as research for the origin of Hadits. The methodes used in this research divided on 5 methods, are 1 Word's Index Methods, 2 The Methode on Identification of Sahabah, 3 The Methode by viewing at Sanad and Matan's quality, 4 Methodes of Hadits Thematic, and 5 Word initial method on matan. One of the advantages for learning this science is to intoduce the age and the place where it arised and the reasons for the presensce of Hadits Asbabul Wurud. Hadits tentang Kelebihan dan Kekurangan Manusia![Hadits tentang Kelebihan dan Kekurangan Manusia] Islam, manusia dianggap sebagai makhluk yang paling istimewa di antara makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT. Namun, meskipun memiliki kelebihan dibandingkan makhluk lain, manusia juga memiliki kekurangan yang perlu hadits-hadits yang ada, terdapat banyak pembahasan tentang kelebihan dan kekurangan manusia serta bagaimana cara memperbaikinya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang hal tersebut. Kelebihan ManusiaSebagai makhluk yang paling istimewa, manusia memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Berikut adalah beberapa kelebihan manusia menurut hadits-hadits yang ada. 1. Diberi Akal dan HatiSebagai makhluk yang paling istimewa, manusia diberi akal dan hati yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Sebagaimana dalam hadits berikut.> “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa bentuk kalian, tetapi Allah melihat kepada hati kalian.” HR. MuslimDalam hadits ini, jelas terlihat bahwa hati manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Hati manusia merupakan tempat akal dan keimanan berada. 2. Diberi Kekuasaan atas BumiManusia juga diberi kekuasaan atas bumi dan segala isinya. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Sesungguhnya aku akan menjadikan seorang khalifah di bumi.” QS. Al-Baqarah 30Dalam hadits ini, Allah SWT memberikan amanah kepada manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Sebagai khalifah, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian bumi dan segala isinya. 3. Diberi Potensi untuk BeribadahManusia juga diberi potensi untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” QS. Adz-Dzariyat 56Dalam hadits ini, Allah SWT menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Sebagai manusia, kita harus memanfaatkan potensi yang diberikan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Kekurangan ManusiaMeskipun memiliki kelebihan, manusia juga memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Berikut adalah beberapa kekurangan manusia menurut hadits-hadits yang ada. 1. Mudah Terpengaruh oleh SyaitanManusia mudah terpengaruh oleh syaitan yang selalu menggoda dan mengajak manusia kepada kejahatan. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Sesungguhnya syaitan lari dari manusia seperti lari kuda yang ditekan dengan cambuk, sedangkan syaitan menghampiri manusia seperti arus aliran darah.” HR. MuslimDalam hadits ini, jelas terlihat bahwa syaitan selalu menggoda manusia dan mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu, manusia harus selalu waspada dan berusaha untuk menjauhi godaan syaitan. 2. Mudah Tergoda oleh NafsuManusia juga mudah tergoda oleh nafsu yang selalu mengajak manusia kepada keburukan. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Nafsu itu seperti burung yang terbang di atas kepala manusia. Jika manusia memberinya makanan, maka burung itu akan turun dan bertengger di atas kepala manusia. Namun jika manusia tidak memberinya makanan, maka burung itu akan terus terbang dan pergi.” HR. Bukhari dan MuslimDalam hadits ini, jelas terlihat bahwa nafsu selalu mengajak manusia kepada keburukan. Oleh karena itu, manusia harus selalu berusaha untuk mengendalikan nafsu dan tidak memenuhi semua keinginan yang ada. 3. Mudah Lupa Akan AkhiratManusia juga mudah lupa akan akhirat yang merupakan tujuan utama dalam hidup ini. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Dunia itu adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” HR. MuslimDalam hadits ini, jelas terlihat bahwa dunia hanya merupakan tempat persinggahan sementara bagi manusia. Oleh karena itu, manusia harus selalu ingat akan akhirat dan bekerja keras untuk meraih kesuksesan di sana. Cara Memperbaiki Kekurangan ManusiaMeskipun memiliki kekurangan, manusia masih dapat memperbaikinya dengan cara-cara yang benar. Berikut adalah beberapa cara memperbaiki kekurangan manusia menurut hadits-hadits yang ada. 1. Selalu Berdoa Kepada Allah SWTManusia harus selalu berdoa kepada Allah SWT untuk meminta bantuan dalam menghadapi godaan syaitan dan nafsu. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Janganlah engkau merasa lemah dalam berdoa kepada Allah SWT. Sungguh, tidak ada yang lebih dapat membuka pintu-pintu rahmat Allah SWT selain doa.” HR. TirmidziDalam hadits ini, jelas terlihat bahwa doa adalah senjata utama manusia dalam menghadapi godaan syaitan dan nafsu. Oleh karena itu, manusia harus selalu berdoa kepada Allah SWT dalam segala hal. 2. Mengendalikan NafsuManusia juga harus selalu berusaha untuk mengendalikan nafsu agar tidak tergoda oleh godaan yang datang. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Perangilah musuh terbesarmu yaitu dirimu sendiri.” HR. AhmadDalam hadits ini, jelas terlihat bahwa diri sendiri adalah musuh terbesar manusia. Oleh karena itu, manusia harus selalu berusaha untuk mengendalikan nafsu dan tidak memenuhi semua keinginan yang ada. 3. Selalu Ingat Akan AkhiratManusia harus selalu ingat akan akhirat dan bekerja keras untuk meraih kesuksesan di sana. Hal ini terlihat dalam hadits berikut.> “Barangsiapa yang mencintai akhirat, niscaya Allah SWT akan mencintainya dan barangsiapa yang mencintai dunia, niscaya Allah SWT tidak akan mencintainya.” HR. TirmidziDalam hadits ini, jelas terlihat bahwa manusia harus selalu mencintai akhirat dan tidak tergoda oleh dunia yang hanya sementara. Oleh karena itu, manusia harus selalu bekerja keras untuk meraih kesuksesan di akhirat nanti. KesimpulanDalam Islam, manusia dianggap sebagai makhluk yang paling istimewa di antara makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT. Meskipun memiliki kelebihan, manusia juga memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Dalam hadits-hadits yang ada, terdapat banyak pembahasan tentang kelebihan dan kekurangan manusia serta bagaimana cara manusia, kita harus selalu berusaha untuk memperbaiki diri dan tidak tergoda oleh godaan syaitan dan nafsu. Kita juga harus selalu ingat akan akhirat dan bekerja keras untuk meraih kesuksesan di sana. Dengan demikian, kita akan menjadi manusia yang lebih baik dan mendapatkan keberhasilan baik di dunia maupun di video of hadits tentang kelebihan dan kekurangan manusia

hadits tentang kelebihan dan kekurangan manusia